Biniku dicengkram tsunami

Inilah syair tuan merindu

Lambaian nyiur pantai selatanperempuan yang menete’I diujung

Pagi,

Biniku dicengkram tsunami

Karena gelombangnya salami

Senja di parigi

Jangan pernah nyaikan syair badai selaran

Karena pesisir sedang bersunyi

Akhiri saja keinginan bercinta

Ramulah nafsu,

Lukis pada sungai rindumu

Yang mengalir di dadamu

Pesisir, 2004-2006