dialog bumi dengan Langit

Mataku menatap langit yang luas
Dan biru kulihat
memupus harapan
yang mengalir di nadiku menuju pusat saraf

tahukah?
Bahwa imanku
Telah mengajakku mencapai langit ke tujuh

Dan jejak langkahku
Di bumi
Menancap dalam
Lelehan nalar yang tak lagi utuh

“merataplah kepada penghuni langit!”
lalu angin akan membawa menuju arsy-Nya

aku tak yakin
dengan itu, karena setan pasti menumpahkannya sebagai hujan
yang menjadi anugrah bagi para pemuja hujan
atau berdo’alah pemuja matahari untuk meminta dewa-nya meniup hujan
ke jauh sana
agar mereka tetap menatap pagi bermatahari

“janganlah saling menumpahkan sumpah serapah wahai hamba!”
karena begitu banyak Hyang yang berkelana
di bumi
yang memiliki beribu ‘umat’

atau marilah kita merger
sehingga para tuhan-mu berkumpul di Sana
menjadi satu faksi yang menyembah-Nya