Etika Ngeblog yang tergadaikan : catatan kecil untuk peserta lomba blog

Menjadi pemenang adalah sebuah keinginan semua orang yang mengikuti sebuah perlombaan. Lomba adalah perjuangan untuk menang atau dilupakan. Saya teringat bagaimana saya beberapa kali kalah dalam sebuah lomba dan akhirnya terlupakan, yah siapa yang mau ingat peserta lomba yang kalah? jadi yah berlombalah untuk menang.
Tapi apakah kemenangan itu hanya sekedar menjadi juara, dan memperoleh hadiah yang diperebutkan. Saya rasa terlalu berpikir pendek ketika kita hanya sekedar berpikir bahwa kemenangan sebuah lomba adalah menjadi juara dan mendapat hadiah. alangkah kasihan orang – orang yang tak pernah jadi juara seperti saya dan terlupakan begitu saja, apalagi mau hadiah!
Secara filosofi, berlomba adalah mengasah kemampuan dengan sparing partner. Ketika kita merasa punya kemampuan, namun tidak pernah tau seberapa jauh kemampuan kita dibanding orang lain, seberapa mampu kita ketika bersaing dengan yang lain? Yah sekali lagi bahwa berlomba ternyata bukan sekedar mencari hadiah atau pengakuan, juga ternyata ada sebuah proses pembelajaran yang memperlihatkan diatas lagit ada langit. Sebuah proses untuk mengetahui batas kemampuan kita dibanding teman – teman yang lain dalam satu keahlian.
budaya instan!
Beberapa jam yang lalu, Udo Z Karzi, seorang Kawan blogger dari Borneo News di Pangkalan Bun, menelepon saya perihal seorang blogger yang juga sahabat saya di Komunitas blogger lampung yang menggunakan sebuah tulisan Udo di blog ulunlampung yang terkenal itu. Yang dipermasalahkan adalah etika dalam menggunakan tulisan itu tidak digunakan seperti penyebutan sumber tulisan dan si penulisnya, sebagai sebuah penghormatan dan penghargaan atas sebuah tulisan.
Dalam beberapa lomba, khususnya lomba yang mengandalkan kualitas konten, banyak peserta berlomba – lomba menyajikan tulisan paling bagus yang didapat dari berbagai sumber. Sayang seribu kali sayang, ketika cara pengambilan materi tulisan tidak mengikuti kaidah menulis sebuah materi dari berbagai sumber. Beberapa peserta ada yang kopi paste membabi buta bahkan mengklaim tulisan itu menjadi tulisan sendiri, beberapa menyatakan bahwa tulisan itu diambil dair berbagai sumber tanpa menyebutkan sumbernya dari mana?, ada juga yang menyebutkan sumber alamat url tanpa penulis asli!, dan beberapa menuliskan sipenulis tanpa url.
Etika yang perlu dibangun 
Blogging bukan hanya masalah memindahkan ide menjadi tulisan di blog, apalagi memindahkan pikiran oranglain dari blog lain menjadi tulisannya sendiri. Blogging adalah sebuah media mengasah daya nalar dan kemampuan untk menulis dan berbagi ide di dunia maya. Ide berbagi ini tentunya sangat diperlukan originalitasnya, selain itu ide harus dibangun dengan wawasan yang luas dengan meramu berabagi sumber dalam sebuah tulisan yang analitis.
Etika Ngeblog bukanlah sebuah isapan jempol, sebuah jargon jangan kopi paste bukanlah sebuah gaya – gaya dari sipenulis. Etika dibangun agar sebuah tatanan menjadi lebih sejuk, bermartabat dan berkualitas. Etika bukan membatasi ruang gerak dan kreatifitas, justru etika memberikan rangsangan yang bagus untuk lebih menggali kreatifitas menulis para blogger.
Jadi, saatnya ngeblog dengan etika, jangan cari cara instan untuk mendapatkan popularitas, kemenangan semu dan bahkan iming – iming pendapatan dengan menggadaikan etika
4 Comments