Facebook | menghadapkan muka kita, kalian dan saya

Gila, keren tapi malu juga baru cerita cerita sekarang. Pesbuk bukan barang baru, dan sebenernya ide jadul bagi para maniac internet. Namun, bagi saya facebook saat ini sangat dahsyat, saya ketemu temen SMU, SMP, SD, temen sekampung, se RT, temen organisasi, temen main, temen selingkuh bahkan para tokoh yang jadi idola.
Ada lagi yang seru, kita bisa jadi paparazi bagi aktivitas orang-orang yang terkoneksi ke facebook, tentunya yang dimata-matai tidak merasakannya. Kita pun bisa diskusi selayaknya kita bertatap muka, chat tinggal klik, ketahuan online langsung sambar.
Semua bikin Facebook
Politikus, jurnalis, mahasiswa, karyawan, pengangguran, anak sekolah, bahkan ibu-ibu ikut-ikutan pesbukan di rumah, semuah terkoneksi semua bisa curhat, titip pesen, titip salam, saling sapa, saling rayu, saling tebar pesona.
“mah dah masak apa?” ada lagi “papie kok telat sih pulangnya?”, “mas jangan pesbukan muluk, ayoo tidur!”, “woii kapan kawin?”, “gimana kul, lancar?”, “sial, MU menang lagih!”, “politik aneh, masak koalisi asal ajah” “mas nulis apaan sih?” <<< ini pertanyaan saya dari artikel ini, soalnya dah bingung, ah mo tidur!