Kecelakaan Kereta Babaranjang – Kereta Api Limex di Lampung 9 Tewas

Pagi di awal Sabtu pukul 07.45 WIB (16/8/08) di perlintasan Kereta Perkampungan Mahasiswa Unila telah terjadi tabrakan hebat antara Kereta Babaranjang Pengangkut Batubara dari arah Tanjung Karang menuju Palembang, dan Kereta penumpang dari arah kertapati Palembang menuju Tanjung Karang.
Menurut Beni (23), Warga sekitar lokasi tabrakan disinyalir tabrakan tersebut dikarenakan miskomunikasi penjaga Stasiun pemberi singal  atau kesalahan dalam membuka tuas pemindah jalur, karena harusnya kereta berada pada lintasan yang berbeda di dua jalur kereta tersebut, sementara kereta bertabrakan pada jalur yang sama. menurut pengamatan saya, kereta tersebut biasanya salah satu akan berhenti di jalur yang berbeda menunggu lewatnya kereta lain di jalur berbeda, karena setelah jalur dua tersebut, jalur kereta akan kembali satu jalur. Kereta yang harus berada dijalur tersebut adalah kerata Penumpang, sedangkan kereta babaranjang harusnya berada di lintasan berbeda.
Lokasi tabrakan berada dijantung perkampungan Mahasiswa Unila tepatnya di Kelurahan kampung Baru Rajabasa Bandar Lampung. Korban meninggal sementara sekitar 7 orang lebih dengan luka parah, dan korban luka parah sampai ringan banyak terjadi pada penumpang kereta kertapati-TJK kelas ekonomi ini.
Berita ini belum lengkap menunggu konfirmasi dan belum ada foto pendukung, tunggu info selanjutnya dari kami.

Up date :
Jalur sudah di bersihkan, beberapa korban sudah teridentifikasi dan bisa di konfirmasi ke RS Dr Hi Abdoel Moeloek Bandar  Lampung.
Tautan terkait ada disini :

http://eriek.wordpress.com/2008/08/16/kecelakaan-kereta-api-terjadi-lagi/
Suasana di TKP yang merupakan Perkampungan Mahasiswa Kampung Baru dekat kampus Unila itu ramai orang. Kendaraan mobil dan motor banyak parkir di pinggir jalan yang sempit. Satu-satunya jalur menuju ke TKP. Saya datang ditemani Dody ke TKP naik motor. Lihat sekitar gerbong-gerbong yang hancur karena terjepit dengan sambungan gerbong lainnya. Sementara di bagian belakang gerbong (bukan paling belakang) ada gerbong restorasi (gerbong berisi dapur masak yang menyediakan makanan dan minuman untuk penumpang,red) terangkat di atas rel kereta api.

http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=3193897067

http://www.antara.co.id/arc/2008/8/16/warga-berkerumun-di-lokasi-kecelakaan-ka/

Bukan tabrakan

Menurut Pimpinan PT KAI di Lampung, Mawardi, hampir dipastikan kejadian itu bukan tabrakan antar dua kereta berlainan yang melintasi di jalur itu, tapi salah satu kereta (KA Limex) diketahui masuk jalur perlintasan saat bersamaan pada jarak dekat ada KA batubara rangkaian panjang (Babaranjang) pada arah berlawanan–dari arah Bandarlampung menuju Sumatera Selatan.

Tidak diketahui penyebab pastinya, kenapa KA Limex berada pada jarak dekat dengan KA Babaranjang itu masuk pada lintasan yang sama saat kejadian.

Dia menyebutkan, saat itu KA Babaranjang telah dalam posisi berhenti karena mengetahui ada KA Limex akan melintas di jalur sama. Tapi tidak jelas kenapa, KA Limex baru mengetahui pada jarak dekat adanya KA lain, sehingga masinis harus mengerem mendadak sehingga menimbulkan kecelakaan itu.

“Pengeremen mendadak itu harus dilakukan secara total, karena perkiraan kami, jarak kedua kereta sudah semakin dekat. Tapi akibatnya gerbong KA Limex saling bertabrakan sendiri walaupun dapat menghindari tabrakan dengan KA Babaranjang di depannya,” kata Mawardi pula.

Pengereman itu berhasil menghentikan KA Limex sehingga mencegah tabrakan dengan KA Babaranjang di depannya. Tapi akibatnya, gerbong kereta penumpang itu saling berhimpit keras dan bertabrakan satu sama lain yang berakibat menggencet pula penumpang di dalamnya.

Dia menunjuk dan minta wartawan melihat posisi KA Babaranjang dan KA Limex itu, masih memiliki jarak antar gerbong di depan cukup jauh dan tidak sempat saling bertubrukan satu sama lain.

“Karena KA Limex harus mengerem mendadak itulah, terjadi himpitan Stasiun yang dituju, diduga kebanyakan penumpang mendekati pintu masing-masing gerbong untuk bersiap keluar lebih dulu.

Pihaknya menyatakan akan meneliti lebih lanjut penyebab kenapa KA Limex bisa masuk ke jalur lintasan sama dengan KA Babaranjang pada jarak dekat seperti itu, apakah kesalahan masinis atau petugas pemberi sinyal (PPKA).

Namun dia memastikan, kedua kereta tidak salah jalur dan tidak salah jadwal saat melalui perlintasan KA itu.

http://kompas.com/read/xml/2008/08/16/17132110/polisi.identifikasi.tujuh.korban.tabrakan.ka
BANDAR LAMPUNG, SABTU – Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Bandar Lampung berhasil mengidentifikasi tujuh nama korban dari sembilan korban meninggal akibat tabrakan kereta Limex Sriwijaya dengan Kereta Batubara Rangkaian Panjang, Sabtu (16/8) pukul 07.45.
“Meski kami berhasil mengidentifikasi tujuh nama, ada satu nama korban yang belum berhasil kami identifikasi. Kami masih mengecek,” ujar Kapoltabes Bandar Lampung, Komisaris Besar Syauqie Achmad, Sabtu (16/8) sore.
Nama-nama korban meninggal dunia yang berhasil diidentifikasi tersebut adalah Sukirman (55) warga Bandar Lampung, Usman (40), Budi Santoso (25) warga Lampung Selatan, Wahit (38) warga Baturaja, Wiratno (49) warga Bandar Lampung, Zulkarnain (40) warga Palembang, dan Yusuf (50) warga Palembang.

http://www.detiknews.com/read/2008/08/16/171408/989793/10/menhub-tabrakan-terjadi-di-jalur-lurus

“Ini kan di stasiun terjadinya. Emplasmen (jalur parkir kereta) stasiunnya panjang. Jadi saya lihat ini bukan karena manuver seperti di belokan, ini lurus jalurnya,” ujar Menhub Jusman Syafii Djamal di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (16/8/2008).

Laporan saksi mata menyebutkan tabrakan yang merenggut 9 korban jiwa itu terjadi akibat KA Limex Sriwijaya yang seharusnya masuk di jalur III justru nyelonong masuk ke jalur II. Padahal di jalur II itu tengah digunakan KA Babaranjang yang sedang parkir menunggu kedatangan kereta penumpang dari arah Prabumulih, yaitu KA Limex Sriwijaya.

http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=55342

Niken Wulandari – Newsroom, Berikut data sementara nama-nama korban kecelakaan antara Kereta Api Limex Sriwijaya dan KA Babaranjang di kawasan Kedaton, Lampung, Sabtu (16/8) pagi tadi.

Data dari Rumah Sakit Immanuel, sekitar 13 orang luka-luka saat ini menjalani perawan di RS Immanuel. Korban luka ringan diantaranya:
1. Bpk. Slamet (39), beralamat di Perum Wayhalim Jalan Kopi 3 Lampung
2. Didik (20), warga Sukarame
3. Rizal (45), warga Kotabumi, Mekarsari RT 2
4. Agung (18), beralamat di Jalan Rawasari 078 Pagar Alam Lampung
5. Eti Hasyim (60), Karangsalam, Cikampek
6. Arsedes (48), beralamat di Nusa Prabumulih, Lampung
7. Agus Pujiono (20), warga Sentot Alibasya, Lampung
8. Suwardi (27), warga Sribawono, Lampung
9. Ny. Maryono (43), warga Kompleks Pertamina Prabumulih
10. Pramugalih (12), warga Ketapang RT 2 RW 3 Kotabumi Lampung
11. Suhartono (50), warga Kompleks Pertamina Prabumulih

Untuk data dari RS Abdoel Moeloek, sekitar 30 orang luka-luka dirawat di RS Abdoel Moeloek, antara lain:
1. Naim (22), warga Desa Purwodadi
2. Aliyah (65), warga Tiga Ulu Palembang, Sumatera Selatan
3. Dul Latif (74), warga Lampung
4. Nurlevi (49), warga Natar Lampung
5. Franky (23), warga Baturaja
6. Herman (40), warga Jakarta
7. Subagio (38), warga Lampung

Sementara itu data di RS Advent Lampung menyebutkan ada 12 korban yang telah dirawat, dimana dua orang harus selanjutnya masih harus dirawat dan 10 orang dapat berobat jalan. Kedua korban yang harus dirawat yaitu:
1. April (55) warga Tanjung Raya, Bandar Lampung
2. Poniman (45), kondektur kereta api  warga Sukabumi, Jagabaya Bandar Lampung. 

7 Comments