KEUTAMAAN RAMADHAN (II)

Hadist Ke-2 :

“Dari Abu Hurairah ra., rasulullah saw. bersabda, “Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali lapar. Banyak orang bangun malam, tetapi tidak mendapatkan apapun dari bangunnya kecuali terjaga.” (Ibnu Majjah, Nasai, Ibnu Khujaimah)

Faidah:

Para ulama telah menafsirkan hadist ini secara berbeda: 1) Hadist ini menyatakan tentang orang-orang yang berpuasa pada siang hari, kemudian berbuka dengan makanan haram. Semua pahalanya hilang karena memakan makanan yang haram adalah dosa besar. Ia tidak memperoleh apa pun dari puasanya kecuali lapar. 2) Hadist tersebut menyatakan tentang orang-orang yang berpuasa, tetapi mereka terjerumus dalam ghibah, 3) hadist tersebut menyatakan tentang orang yang berpuasa tetapi tidak dapat menjauhkan diri dari kemaksiatan dan dosa. Berdasarkan maksud hadist di atas, semua kemungkinan tersebut dibenarkan.

Demikian juga halnya dengan orang yang shalat sunah pada malam hari, tetapi karena suka melakukan ghibah atau perbuatan dosa lainnya seperti menqada shalat Shubuh atau shalam malam karena riya, maka akan sia-sia pahala ibadahnya. –

di kutip dari Kitab Fadilah Ramadhan karya Maulana Muhammad Zakariya Al-kandahlawi Rah.a (himpunan fadhilah amal)