poligami tah

wiji_tukul (12/8/2004 9:40:43 PM): tentang poligami-monogami yah
scooterku_biru (12/8/2004 9:42:25 PM): buatku bagi yang mampu memikul tanggung jawabnya dengan sepenuh tanggung jawab no problem
scooterku_biru (12/8/2004 9:42:48 PM): bagaimana dengan kamu?
wiji_tukul (12/8/2004 9:43:04 PM): aku telah berpoligami
scooterku_biru (12/8/2004 9:45:08 PM): terus perasaannya gimana
wiji_tukul (12/8/2004 9:45:48 PM): kamu juga pasti sudah berpoligami
wiji_tukul (12/8/2004 9:45:58 PM): semua orang telah berpoligami
scooterku_biru (12/8/2004 9:46:13 PM): nikah aja belom mo poligami
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:24 PM): kamu telah menikah dengan teknologi, organisasi, hobby, harta, tahta, wanita dan dunia
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:34 PM): aku mencintai istriku
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:41 PM): aku mencintai hartaku
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:49 PM): aku mencintai kerjaanku
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:58 PM): aku mencintai teknologi
wiji_tukul (12/8/2004 9:48:32 PM): aku telah akad dengan semua
wiji_tukul (12/8/2004 9:48:41 PM): apakah kita belum berpoligami?
scooterku_biru (12/8/2004 9:49:12 PM): tapi bukan dinikahi kaan
wiji_tukul (12/8/2004 9:49:16 PM): “poligami” itu mendua. tiga atau empat
wiji_tukul (12/8/2004 9:49:35 PM): tapi kita bahkan lebih dari empat
scooterku_biru (12/8/2004 9:50:20 PM): yang jelas kita telah menomor duakanTuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:50:40 PM): ah, kita menduakan tuhan?SUNGGUH?
wiji_tukul (12/8/2004 9:50:53 PM): KITA TIDAK PERNAH MENDUAKAN TUHAN
wiji_tukul (12/8/2004 9:51:05 PM): KITA BELUM MENCINTAI TUHAN
scooterku_biru (12/8/2004 9:52:49 PM): menomor duakan Tuhan
scooterku_biru (12/8/2004 9:52:55 PM): bukan menduakan Tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:53:23 PM): kita belum pernah memberikan nomor sama tuhan
scooterku_biru (12/8/2004 9:55:00 PM): selalu baik dengan kesadara, telah sadar dalam sadar
scooterku_biru (12/8/2004 9:55:13 PM): kita selalu menomor duakan Tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:55:28 PM): benarkah
scooterku_biru (12/8/2004 9:55:38 PM): itu telah terjadi dari zaman nabi adam as
wiji_tukul (12/8/2004 9:55:46 PM): oh maaf mungkin kamu yang menomorduakan tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:55:56 PM): aku telah memberikan nomor yang terakhir
scooterku_biru (12/8/2004 9:56:37 PM): oh gitu
wiji_tukul (12/8/2004 9:56:42 PM): aku memanggilnya ketika tak ada tempat memnggil
wiji_tukul (12/8/2004 9:56:50 PM): apakah itu menomor duakan
wiji_tukul (12/8/2004 9:56:54 PM): tidak
scooterku_biru (12/8/2004 9:57:04 PM): kalau terakhir berarti menjadi yang selanjutnya
wiji_tukul (12/8/2004 9:57:19 PM): kita telah memberikan nomor ketika kepepet
scooterku_biru (12/8/2004 9:57:28 PM): kalau yang selanjutnya berarti yang kesekian
wiji_tukul (12/8/2004 9:57:35 PM): dunia berputar
wiji_tukul (12/8/2004 9:57:48 PM): naik turun
scooterku_biru (12/8/2004 9:57:56 PM): kalau yang kesekian berarti yang ke berapa
scooterku_biru (12/8/2004 9:58:16 PM): kalau yang keberapa berarti berjumlah
scooterku_biru (12/8/2004 9:58:24 PM): kalau berjumlah berarti bernomor
wiji_tukul (12/8/2004 9:58:30 PM): tuhan adalah yang terakhir disetiap lintasan
scooterku_biru (12/8/2004 9:58:32 PM): aku tak mengerti
wiji_tukul (12/8/2004 9:59:08 PM): angka itu 1234567890
scooterku_biru (12/8/2004 9:59:17 PM): yang saya tahu Tuhan adala yang awal dan yang akhir
wiji_tukul (12/8/2004 9:59:34 PM): ini bukan tentang tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:59:45 PM): ini tentang aku atau sebagian dari kita
wiji_tukul (12/8/2004 9:59:58 PM): dan angka untuk tuhan itu adalah 0
scooterku_biru (12/8/2004 10:00:10 PM): oleh sebab itu apabila Tuhan adalah 1234567890
scooterku_biru (12/8/2004 10:00:11 PM): berarti Tuhan adalah berjumlah
wiji_tukul (12/8/2004 10:00:38 PM): karena ketika posisi nol maka kita akan berinteraksi dengan tuhan
scooterku_biru (12/8/2004 10:01:11 PM): sedangkan sepengetahuan saya Tuhan itu adalah Tunggal tak berbilang
wiji_tukul (12/8/2004 10:01:23 PM): ini bukan tentang tuhan!
wiji_tukul (12/8/2004 10:01:37 PM): ini tentang kita yang memposisikan tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 10:01:50 PM): tuhan itu tunggal what ever lah
scooterku_biru (12/8/2004 10:02:04 PM): sedangkan 0 adalah berbilang tapi Tuhan tidak
scooterku_biru (12/8/2004 10:02:20 PM): oh
scooterku_biru (12/8/2004 10:02:27 PM): maksudnya ketiadaan
scooterku_biru (12/8/2004 10:02:40 PM): selain Dia
wiji_tukul (12/8/2004 10:03:49 PM): ada sendiri memberikan nomor 2 pada tuhan?
scooterku_biru (12/8/2004 10:03:58 PM): tadi anda mengatakan aku telah memberikan nomor yang terakhir
wiji_tukul (12/8/2004 10:04:26 PM): tanya hati nurani
wiji_tukul (12/8/2004 10:04:58 PM): apakah memberikan nomor 2,3,4,5,6,7,8,9, atau nol
scooterku_biru (12/8/2004 10:05:22 PM): ya tapi kan jelas posisi Dia sebagai Tuhan harus mengalah terhadap makhluk
scooterku_biru (12/8/2004 10:06:13 PM): karena kebutuhan makhluk harus Dia utamakan sedang kesenangaNya selalu kita jadikan yang trakhir
wiji_tukul (12/8/2004 10:06:24 PM): itulah
wiji_tukul (12/8/2004 10:06:45 PM): kita borboro mau menomor duakan tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 10:07:08 PM): yang ada kita posisikan kesenangannya yang terakhir JELAS
scooterku_biru (12/8/2004 10:07:16 PM): yang jelas sih Dia memang pemilik kebesaran yang tak terbatas
wiji_tukul (12/8/2004 10:07:30 PM): SEKALI LAGI BUKAN TENTANG DIA
scooterku_biru (12/8/2004 10:07:47 PM): makhluknya terus merongrong diriNya akan kebutuhan dunianya
wiji_tukul (12/8/2004 10:07:48 PM): saya rasa tak ada yang perlu di perdebatkan tentang dia
wiji_tukul (12/8/2004 10:08:04 PM): yang perlu diperdebatkan adalah tentang kita
scooterku_biru (12/8/2004 10:08:42 PM): sedangkan tuntutanNya yang untuk kepentingan makhlukNya sendiri sering di terakhirkan
scooterku_biru (12/8/2004 10:08:59 PM): maaf namanya juga manusia
scooterku_biru (12/8/2004 10:10:07 PM): manusia pada dasarnya memang zalim
scooterku_biru (12/8/2004 10:10:36 PM): tidak tahu kesenangan Tuhannya adalah kesenangan dirinya juga
scooterku_biru (12/8/2004 10:11:02 PM): tapi manusia selalu memandang kesenangan yang lain dulu baru Dia
wiji_tukul (12/8/2004 10:15:16 PM): maaf terputus
scooterku_biru (12/8/2004 10:15:29 PM): tapi bisa dimengerti rongrongan hawa nafsu dan tipu daya setan memaksa manusia untuk mendahulukan kepentingan selainNya dan Dia tetap Sang Maha pemurah

21 Comments

poligami tah

wiji_tukul (12/8/2004 9:40:43 PM): tentang poligami-monogami yah
scooterku_biru (12/8/2004 9:42:25 PM): buatku bagi yang mampu memikul tanggung jawabnya dengan sepenuh tanggung jawab no problem
scooterku_biru (12/8/2004 9:42:48 PM): bagaimana dengan kamu?
wiji_tukul (12/8/2004 9:43:04 PM): aku telah berpoligami
scooterku_biru (12/8/2004 9:45:08 PM): terus perasaannya gimana
wiji_tukul (12/8/2004 9:45:48 PM): kamu juga pasti sudah berpoligami
wiji_tukul (12/8/2004 9:45:58 PM): semua orang telah berpoligami
scooterku_biru (12/8/2004 9:46:13 PM): nikah aja belom mo poligami
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:24 PM): kamu telah menikah dengan teknologi, organisasi, hobby, harta, tahta, wanita dan dunia
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:34 PM): aku mencintai istriku
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:41 PM): aku mencintai hartaku
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:49 PM): aku mencintai kerjaanku
wiji_tukul (12/8/2004 9:47:58 PM): aku mencintai teknologi
wiji_tukul (12/8/2004 9:48:32 PM): aku telah akad dengan semua
wiji_tukul (12/8/2004 9:48:41 PM): apakah kita belum berpoligami?
scooterku_biru (12/8/2004 9:49:12 PM): tapi bukan dinikahi kaan
wiji_tukul (12/8/2004 9:49:16 PM): “poligami” itu mendua. tiga atau empat
wiji_tukul (12/8/2004 9:49:35 PM): tapi kita bahkan lebih dari empat
scooterku_biru (12/8/2004 9:50:20 PM): yang jelas kita telah menomor duakanTuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:50:40 PM): ah, kita menduakan tuhan?SUNGGUH?
wiji_tukul (12/8/2004 9:50:53 PM): KITA TIDAK PERNAH MENDUAKAN TUHAN
wiji_tukul (12/8/2004 9:51:05 PM): KITA BELUM MENCINTAI TUHAN
scooterku_biru (12/8/2004 9:52:49 PM): menomor duakan Tuhan
scooterku_biru (12/8/2004 9:52:55 PM): bukan menduakan Tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:53:23 PM): kita belum pernah memberikan nomor sama tuhan
scooterku_biru (12/8/2004 9:55:00 PM): selalu baik dengan kesadara, telah sadar dalam sadar
scooterku_biru (12/8/2004 9:55:13 PM): kita selalu menomor duakan Tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:55:28 PM): benarkah
scooterku_biru (12/8/2004 9:55:38 PM): itu telah terjadi dari zaman nabi adam as
wiji_tukul (12/8/2004 9:55:46 PM): oh maaf mungkin kamu yang menomorduakan tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:55:56 PM): aku telah memberikan nomor yang terakhir
scooterku_biru (12/8/2004 9:56:37 PM): oh gitu
wiji_tukul (12/8/2004 9:56:42 PM): aku memanggilnya ketika tak ada tempat memnggil
wiji_tukul (12/8/2004 9:56:50 PM): apakah itu menomor duakan
wiji_tukul (12/8/2004 9:56:54 PM): tidak
scooterku_biru (12/8/2004 9:57:04 PM): kalau terakhir berarti menjadi yang selanjutnya
wiji_tukul (12/8/2004 9:57:19 PM): kita telah memberikan nomor ketika kepepet
scooterku_biru (12/8/2004 9:57:28 PM): kalau yang selanjutnya berarti yang kesekian
wiji_tukul (12/8/2004 9:57:35 PM): dunia berputar
wiji_tukul (12/8/2004 9:57:48 PM): naik turun
scooterku_biru (12/8/2004 9:57:56 PM): kalau yang kesekian berarti yang ke berapa
scooterku_biru (12/8/2004 9:58:16 PM): kalau yang keberapa berarti berjumlah
scooterku_biru (12/8/2004 9:58:24 PM): kalau berjumlah berarti bernomor
wiji_tukul (12/8/2004 9:58:30 PM): tuhan adalah yang terakhir disetiap lintasan
scooterku_biru (12/8/2004 9:58:32 PM): aku tak mengerti
wiji_tukul (12/8/2004 9:59:08 PM): angka itu 1234567890
scooterku_biru (12/8/2004 9:59:17 PM): yang saya tahu Tuhan adala yang awal dan yang akhir
wiji_tukul (12/8/2004 9:59:34 PM): ini bukan tentang tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 9:59:45 PM): ini tentang aku atau sebagian dari kita
wiji_tukul (12/8/2004 9:59:58 PM): dan angka untuk tuhan itu adalah 0
scooterku_biru (12/8/2004 10:00:10 PM): oleh sebab itu apabila Tuhan adalah 1234567890
scooterku_biru (12/8/2004 10:00:11 PM): berarti Tuhan adalah berjumlah
wiji_tukul (12/8/2004 10:00:38 PM): karena ketika posisi nol maka kita akan berinteraksi dengan tuhan
scooterku_biru (12/8/2004 10:01:11 PM): sedangkan sepengetahuan saya Tuhan itu adalah Tunggal tak berbilang
wiji_tukul (12/8/2004 10:01:23 PM): ini bukan tentang tuhan!
wiji_tukul (12/8/2004 10:01:37 PM): ini tentang kita yang memposisikan tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 10:01:50 PM): tuhan itu tunggal what ever lah
scooterku_biru (12/8/2004 10:02:04 PM): sedangkan 0 adalah berbilang tapi Tuhan tidak
scooterku_biru (12/8/2004 10:02:20 PM): oh
scooterku_biru (12/8/2004 10:02:27 PM): maksudnya ketiadaan
scooterku_biru (12/8/2004 10:02:40 PM): selain Dia
wiji_tukul (12/8/2004 10:03:49 PM): ada sendiri memberikan nomor 2 pada tuhan?
scooterku_biru (12/8/2004 10:03:58 PM): tadi anda mengatakan aku telah memberikan nomor yang terakhir
wiji_tukul (12/8/2004 10:04:26 PM): tanya hati nurani
wiji_tukul (12/8/2004 10:04:58 PM): apakah memberikan nomor 2,3,4,5,6,7,8,9, atau nol
scooterku_biru (12/8/2004 10:05:22 PM): ya tapi kan jelas posisi Dia sebagai Tuhan harus mengalah terhadap makhluk
scooterku_biru (12/8/2004 10:06:13 PM): karena kebutuhan makhluk harus Dia utamakan sedang kesenangaNya selalu kita jadikan yang trakhir
wiji_tukul (12/8/2004 10:06:24 PM): itulah
wiji_tukul (12/8/2004 10:06:45 PM): kita borboro mau menomor duakan tuhan
wiji_tukul (12/8/2004 10:07:08 PM): yang ada kita posisikan kesenangannya yang terakhir JELAS
scooterku_biru (12/8/2004 10:07:16 PM): yang jelas sih Dia memang pemilik kebesaran yang tak terbatas
wiji_tukul (12/8/2004 10:07:30 PM): SEKALI LAGI BUKAN TENTANG DIA
scooterku_biru (12/8/2004 10:07:47 PM): makhluknya terus merongrong diriNya akan kebutuhan dunianya
wiji_tukul (12/8/2004 10:07:48 PM): saya rasa tak ada yang perlu di perdebatkan tentang dia
wiji_tukul (12/8/2004 10:08:04 PM): yang perlu diperdebatkan adalah tentang kita
scooterku_biru (12/8/2004 10:08:42 PM): sedangkan tuntutanNya yang untuk kepentingan makhlukNya sendiri sering di terakhirkan
scooterku_biru (12/8/2004 10:08:59 PM): maaf namanya juga manusia
scooterku_biru (12/8/2004 10:10:07 PM): manusia pada dasarnya memang zalim
scooterku_biru (12/8/2004 10:10:36 PM): tidak tahu kesenangan Tuhannya adalah kesenangan dirinya juga
scooterku_biru (12/8/2004 10:11:02 PM): tapi manusia selalu memandang kesenangan yang lain dulu baru Dia
wiji_tukul (12/8/2004 10:15:16 PM): maaf terputus
scooterku_biru (12/8/2004 10:15:29 PM): tapi bisa dimengerti rongrongan hawa nafsu dan tipu daya setan memaksa manusia untuk mendahulukan kepentingan selainNya dan Dia tetap Sang Maha pemurah