Radar dan lampost peduli perubahan

aku nggak tahu, apakah analisa aku bener apa nggak. cuma dari pengamatan sekilas, kedua media terbesar di Lampung, yaitu Radar lampung dan Lampung Post sepertinya ada perubahan pada lay outnya. bagi kami yang tergabung dalam Bengkel Jurnalisme sebagai event organizer pada Pekan Workshop dan Konsultasi Lay Out Media di 2 media cetak terbesar di Lampung, yang menghadirkan Georgia Scott (Art Director The New York Times, US) merupakan kebanggan tersendiri. mungkin untuk para pembaca dua koran mainstream di Lampung ini tidak terlalu melihat perubahan berarti, namun bila dicermati secara seksama, hal itu bukan isapan jempol belaka.
Radar Lampung yang hadir pada edisi Minggu, 17 September 2006 tampil begitu memikat. mereka tampil lebih berani dan sangat atraktif. tampilan gambar yang lebih fokus dan tata letak yang lebih rapi sangat membantu pembaca dalam menikmati liburan sambil membaca koran.
Menurut Ibnu Kholid Pimred Radar Lampung, dalam perbincangan santainya dengan saya pada waktu dinner di Sahid Hotel, mereka memang sedikit mencoba melakukan perubahan design pada hari sabtu, 16 september 2006, khususnya di rubrik metropolis. dan ternyata mereka berani melakukan perubahan yang lebih menarik di edisi minggu.
Lampung Post memang tak banyak yang saya amati melakukan perubahan pada perwajahannya, tapi saya melihat mereka sudah mencoba di beberapa titik.
Georgia Scott yang berada di Lampung selama 5 hari atas undangan Bengkel Jurnalisme yang bekerja sama dengan Yayasan Pantau, telah memberikan beberapa saran knstruktif pada dua media yang menjadi ‘pasien’nya selama 4 hari. dia yang sudah 3 bulan berada di Indonesia banyak memberikan arahan atas perwajahan media. dia menjelaskan mana yang kurang tepat dan mana yang menurutnya cocok untuk digunakan.
The New York Times bisa dikatakan media mainstream di Amerika Serikat. hal itu menjadi perbincangan seru pada diskusi sesi tanya jawab dengan Georgia di kedua media cetak di Lampung ini. memang, bisa dikatakan bahwa The New York Times sudah makan asam garam di bidang Jurnalistik maupun design media, sehingga wajar apabila media ini di jadikan patokan jurnalisme bermutu.

Radar dan lampost peduli perubahan

aku nggak tahu, apakah analisa aku bener apa nggak. cuma dari pengamatan sekilas, kedua media terbesar di Lampung, yaitu Radar lampung dan Lampung Post sepertinya ada perubahan pada lay outnya. bagi kami yang tergabung dalam Bengkel Jurnalisme sebagai event organizer pada Pekan Workshop dan Konsultasi Lay Out Media di 2 media cetak terbesar di Lampung, yang menghadirkan Georgia Scott (Art Director The New York Times, US) merupakan kebanggan tersendiri. mungkin untuk para pembaca dua koran mainstream di Lampung ini tidak terlalu melihat perubahan berarti, namun bila dicermati secara seksama, hal itu bukan isapan jempol belaka.
Radar Lampung yang hadir pada edisi Minggu, 17 September 2006 tampil begitu memikat. mereka tampil lebih berani dan sangat atraktif. tampilan gambar yang lebih fokus dan tata letak yang lebih rapi sangat membantu pembaca dalam menikmati liburan sambil membaca koran.
Menurut Ibnu Kholid Pimred Radar Lampung, dalam perbincangan santainya dengan saya pada waktu dinner di Sahid Hotel, mereka memang sedikit mencoba melakukan perubahan design pada hari sabtu, 16 september 2006, khususnya di rubrik metropolis. dan ternyata mereka berani melakukan perubahan yang lebih menarik di edisi minggu.
Lampung Post memang tak banyak yang saya amati melakukan perubahan pada perwajahannya, tapi saya melihat mereka sudah mencoba di beberapa titik.
Georgia Scott yang berada di Lampung selama 5 hari atas undangan Bengkel Jurnalisme yang bekerja sama dengan Yayasan Pantau, telah memberikan beberapa saran knstruktif pada dua media yang menjadi ‘pasien’nya selama 4 hari. dia yang sudah 3 bulan berada di Indonesia banyak memberikan arahan atas perwajahan media. dia menjelaskan mana yang kurang tepat dan mana yang menurutnya cocok untuk digunakan.
The New York Times bisa dikatakan media mainstream di Amerika Serikat. hal itu menjadi perbincangan seru pada diskusi sesi tanya jawab dengan Georgia di kedua media cetak di Lampung ini. memang, bisa dikatakan bahwa The New York Times sudah makan asam garam di bidang Jurnalistik maupun design media, sehingga wajar apabila media ini di jadikan patokan jurnalisme bermutu.