Cerita infrastruktur internet part 1 : Awal sebuah Inisiasi

Cerita ini akan berseri, jadi akan saling berhubungan dari satu artikel ke artikel lainnya. Ada part 1 - part 7 yang menceritakan proses bagaimana saya saat ini menjalankan sebuah program komunitas dalam membangun infrastruktur internet di pedesaan berbasis komunitas. Pada part-1 ini saya akan bercerita bagaimana awalnya bisa muncul program infrastruktur internet di pedesaan berbasis komunitas yang dilaksanakan di kecamatan Ciracap.

Sekitar tahun 2014, saya dihubungi Kang Gustaff H. Iskandar, seorang seniman dan penggiat komunitas yang saat itu mengelola sebuah NGO bernama Common Room. Saya diminta mengajak teman saya Fahmi dari RelawanTIK Sukabumi untuk ikut bareng beliau ke Sebuah kampung adat di Sukabumi yang bernama Kasepuhan Ciptagelar, konon disana ada kearifan lokal terkait teknologi yang dipadukan dengan kuatnya adat istiadat yang dipertahankan sejak ratusan tahun. Tujuan kunjungan kami kali ini adalah mempersiapkan program kerjasama antara Kasepuhan Ciptagelar dengan Common Room & Relawan TIK Sukabumi di bidang pemanfaatan teknologi media serta pengembangan potensi kreativitas di bidang seni budaya.

Singkatnya kita 3 hari di sana, yang mana di sana ada sebuah Vsat yang gak bisa digunakan akibat kena petir dan tak terkelola lagi sejak lama. Kita juga melihat sistem pengairan mandiri dengan tenaga microhidro. Serta melihat bagaimana Abah Ugi yang begitu suka akan teknologi dan elektronika sehingga kita diajak ke ruangannya yg sarat dengan alat-alat elektronik yang dioprek, dari mulai televisi, radio, server hingga membangun mesin CNC atau laser cutting sendiri. Memang sepulang kami dari Kasepuhan Ciptagelar tidak terwujud dukungan infrastruktur Internet yang memang masih ada kendala, namun dari titik itulah kisah ini berawal dan sempat mengendap beberapa tahun.

Pada awal tahun 2020 komunikasi saya dengan Kang Gustaff kembali terhubung, namun kondisi cukup kurang mendukung karena saat itu saya yang awalnya beraktivitas di Kota Sukabumi harus tinggal di Desa Cikangkung Kecamatan Ciracap, tempatnya di kampung Simpang. Kami berkomunikasi melalui whatsapp namun seringnya berlangsung delay karena memang signal 4G di sekitar rumah sangat jelek, bahkan untung bisa terhubung dengan internet mengharuskan saya untuk keliling keluar rumah untuk mendapatkan titik yang pas ada signal, sisanya saya biasanya menyimpan HP diatas jendela dan menyalakan hotspot agar bisa terhubung dengan Laptop untuk membuka whatsapp web. Sisanya saya harus ke Kecamatan Surade dengan menumpang di sebuah kedai kopi untuk menggunakan wifi publik saat zoom meeting dengan beliau dan untuk kegiatan-kegiatan lainnya.

Kemudian Kang Gustaff bercerita bahwa beliau saat ini sedang mendampingi Kasepuhan Ciptagelar dalam mengelola Infrastruktur Internet Berbasis Komunitas Adat, dan sudah berjalan 1 tahun lebih dengan perkembangan yang bagus dan layak dikembangkan di daerah lain. Munculah ide agar kendala saya dalam mengakses internet di Pedesaan bisa tersolusikan makan konsep membangun infrastruktur internet berbasis komunitas ini bisa diimplementasikan juga di Kecamatan Ciracap. Lalu saya dihubungkan dengan seseorang dari ISP yang mengelola internet di Kasepuhan Ciptagelar dan menjajaki apakah memungkinkan diimplementasikan di kecamatan Ciracap.

Sepanjang awal hingga pertengahan tahun 2020 ini saya intens berkomunikasi dan mencari solusi agar akses internet di selatan sukabumi ini bisa segera terwujud. Komunikasi yang cukup baik itu menghasilkan keputusan untuk mencoba mengajukan sebuah program infrastruktur Internet berbasis komunitas dengan menjajaki pengajuan proposal ke Lembaga Internasional yang memang konsen terhadap komunitas yang mendorong pemerataan akses internet untuk masyarakat.

Bagaimana kelanjutan kisah ini? sampe ketemu besok yah jam 16.30 di Part-2 Cerita Infrastruktur Internet

4 Comments