Cerita Infrastruktur Internet Part 3 : Sumber Daya Manusia TIK

Pengurus Komisariat RelawanTIK SMK Eka Nusaputra periode Awal 2021

Pengalaman Saya dalam bergelut dengan Kegiatan RelawanTIK baik itu di tingkat cabang, wilayah hingga menjadi Pengurus Pusat Relawan TIK Indonesia, memberikan pemahaman bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini menjadi tulang punggung dalam pengembangan suatu daerah, termasuk bagaimana mendorong kemajuan di Pedesaan. Ada banyak kisah sukses yang mendasari pernyataan ini, misalnya Gerakan Desa Membangun dengan web desa-nya di seluruh Indonesia. Gerakan tersebut menunjukan bahwa salah satu strategi dalam mendorong kemajuan ini adalah dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia bidang TIK di Pedesaan.

Inilah yang mendasari saya sebagai Relawan TIK Sukabumi untuk menginisiasi dibentuknya Komisariat Relawan TIK di tingkat SMK. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan sinergi dan kolaborasi yang saling menguntungkan, SMK Eka Nusa Putra di Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap menyambut baik dan mendukung adanya Komisariat yang khusus bergerak dalam menyiapkan SDM TIK. SMK Eka Nusa Putra yang memiliki fokus keahlian bidang Teknologi Jaringan dan Alat telekomunikasi ini sangat terbantu dan adanya Komisariat sebagai upaya menyiapkan tenaga-tenaga Terampil bidang TIK khususnya bagaimana mengimplementasikan keilmuan bidang Jaringan dan Alat telekomunikasi. 

Seiring dengan itu, Relawan TIK Sukabumi bersinergi dengan Common Room mencoba mengimplementasikan Pengembangan Infrastruktur Internet berbasis Komunitas di Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi. Dalam Pelaksanaannya, program ini melibatkan Komunitas TIK yang sudah dibentuk di SMK Eka Nusa Putra melalui kegiatan-kegiatan Komisariat Relawan TIK SMK Eka Nusaputra. Dengan adanya Program Pengembangan Infrastruktur Internet di Desa Pangumbahan dan Desa Ujung Genteng menjadi semacam Laboratorium lapangan bagi Anggota Komisariat untuk belajar sekaligus praktek bagaimana menyiapkan infrastruktur Internet di Pedesaan sekaligus mengelolanya.

 

Dikutip dari rilis Web Commonroom mengenai Pendampingan Internet Komunitas, Muhammad Reza, Ketua Komisariat TIK SMK Eka Nusa Putra merangkap sebagai tim teknisi menceritakan pengalamannya dalam proses pemasangan perangkat internet di Kecamatan Ciracap. “Proses pertama biasanya membutuhkan tiga hingga empat orang untuk mendirikan pipa yang akan dipasang Mikrotik Light Head Grid (LHG 5 RB) di atasnya, pada bagian bawah akan dipasang perangkat totolink untuk distribusi jaringan,” jelas Reza. Agar kuat,  tidak mudah terguncang dan berpindah arah, pipa harus ditambah kawat atau tali. Selanjutnya, yaitu proses pencarian sinyal atau scanning. “Ketika belum juga dapat sinyal, kami cek ulang lihat tampilan koordinat di google earth. Apakah ada sesuatu yang menghalangi radio sehingga point to point tersebut tidak bisa memancarkan sinyal,” kata Reza. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga Reza dan kawan-kawan sebagai siswa SMK Eka Nusaputra yang saat ini justru kurang mendapatkan asupan praktek yang optimal akibat tidak adanya pembelajaran di Sekolah karena Pandemik.

 

Sebagai Organisasi Ekstrakurikuler, Komisariat Relawan TIK SMK Eka Nusa Putra sepertinya Ekskul lainnya seperti PMR, Pramuka, Paskibra dan lainnya, berupaya menjadi organisasi yang ada di sekolah dalam mendorong terbentuknya Sumber Daya Manusia khususnya siswa-siswi SMK yang memiliki daya saing tinggi dan sesuai yang dibutuhkan oleh dunia kerja khususnya Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang kini menjadi trend dalam pengembangan suatu daerah. Dari sinilah harapan saya dengan menginisiasi Komisariat RelawanTIK di tingkat SMK, bisa turut mendorong terwujudnya Sumber Daya Manusia bidang TIK di pedesaan umumnya, Khususnya di SDM di Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi. 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *