Kenapa Ciracap? kembali ke Tanah Perjuangan Bapak

Foto Ujunggenteng, salah satu destinasi wisata Unggulan di Ciracap (Foto dari FB UGTourism)

Sebetulnya saya gak kepikiran untuk balik kampung waktu saya memutuskan merantau, bahkan cita-cita saya pantang pulang sebelum benar-benar sukses dan bisa menjadi kebanggan orang tua, namun kita tidak bisa mengatur takdir, sekeras apapun usaha dan upaya untuk tidak kembali, jalan itu malah terbuka dan memaksakan untuk kembali. Kembalinya ke kampung halaman saja tidak terpikir, apalagi ke daerah yang justru tidak sesuai dengan kebutuhan yang rutin dilakukan; yaitu online, online dan online. Tahu kan kebutuhan ini apa? ya akses internet yang cepat dan stabil syukur-syukur melimpah dan gratis. 

Weladalah, saya malah justru makin jauh dan terisolir, bahkan lebih jauh dari rumah orangtua yang masih terhitung kota dengan akses jaringan selular yang masih bagus, minimal untuk provider selular yang digunakan masih memberikan sinyal 4G walau tidak stabil dan yah masih mahal juga untuk kebutuhan yang melimpahnya. Ciracap nama kecamatan tempat saya saat ini berdomisili, tepatnya di kampung Simpang Desa Cikangkung. Desa ini dahulu merupakan salah satu daerah terisolir di selatan Sukabumi, waktu bapak tinggal di sini dan dilanjutkan era paman saya, untuk menuju kesana harus melewati jembatan ponton atau perahu, jalurnya sama kayak mau menuju Ujung Genteng. 

Yah, tau kan Ujung Genteng? kawasan wisata yang kemudian jadi favorit dan unggulan sebelum ramai dengan geopark ciletuh, dahulu Ujung Genteng lah primadona wisata di selatan Sukabumi. Nah, tidak banyak yang tau bahwa kawasan wisata ujunggenteng atau saya menyebutnya Ujunggenteng Tourism itu terdiri dari 4 desa yang ada di kecamatan Ciracap yang meliputi Desa Ujunggenteng, Desa Purwasedar, Desa Pangumbahan dan Desa Cikangkung yang mana terbentang pesisir pantai dari mulai Karang Gantung, Amanda Ratu (kini asaba land), Taman Pandan, Bukit Teletubies, Teluk Ujunggenteng, Cibuaya hingga Konservasi Penyu Pangumbahan. 

Jadi, Ciracap itu sebetulnya gudangnya wisata pantai di ujung selatan sukabumi, selain banyak juga destinasi wisata berbasis sungai dan budaya. Sayangnya orang lebih mengenal Surade untuk menyebut ujung genteng misalnya. Ini disebabkan ibukota kecamatannya yang hampir-hampir tidak pernah dilewati pengunjung yang berwisata ke Ujung Genteng. Untungnya hadir destinasi wisata unggulan baru kawasan wisata alam Unesco Global Geopark Ciletuh-palabuhanratu yang menjadikan jalur dari Palabuhanratu-loji-ciletuh hingga ke Ujung Genteng menjadikan jalur Ciracap menjadi ramai dan jadi alternatif. 

Tapi kenapa saya jadi ke Ciracap? Selain karena mengikuti tempat kerja istri, ternyata ada magnet jejak kehidupan Bapak di Ciracap ini, 3 Desa yang menjadi daerah rintisan Bapak saat pertama berjuang selepas diangkat Pegawai Negeri jadi Guru, yaitu Cikangkung, Gunung Batu dan Pangumbahan yang mana dulu masih 1 Desa. 

Jadi, Akhirnya saya berdamai dengan takdir dan mulai menyusuri jejak-jejak langkah Bapak dan sekaligus napak tilas dan mengenang bagaimana dulu Bapak berjuang di sini, memvalidasi perjuangan Bapak dari cerita-cerita warga dan murid Bapak dulu, menyusuri cerita yang dahulu pernah Bapak dongengkan diwaktu kecil. 

One Comment

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *